Belajar Menikmati Proses

Konon kabarnya, Indonesia sedang mendapatkan bonus demografi. Bangsa Indonesia didominasi oleh suatu generasi yang dikenal sebagai generasi Z. Sayangnya, generasi Z dikenal memiliki mental health yang memperihatinkan. Mereka sering dianggap sebagai generasi setrawberry yang nampak indah namun rapuh, perishable comodity kalau menggunakan istilah dalam bidang pertanian. Panen buah strawberry yang melimpah (red. bonus demografi) bisa menjadi kekayaan jika ditangani dengan tepat. Jika tidak, strawberry yang dihasilkan hanya akan menambah limbah yang tak akan dilirik sama sekali.


Kondisi rapuhnya generasi Z bukan semata kesalahan mereka, melainkan dampak dari proses pendidikan yang serba instan. Penggunaan teknologi oleh generasi Z tidak terlepas dari ketidaksabaran generasi terdahulunya untuk melatihkan mereka berbagai keterampilan dasar. Dengan dalih mengikuti perkembangan zaman, generasi Z dibesarkan dengan berbagai kemudahan. Segala aktivitas dibantu dengan penggunaan teknologi.

Salah satu contohnya adalah pada aspek literasi. Generasi Z minim literasi meskipun dikepung dengan sliweran informasi. Hal itu disebabkan karena informasi yang beredar hanya kepingan-kepingan dan tidak terkonfirmasi. Berbeda dengan generasi terdahulu yang harus membaca buku untuk mendapatkan informasi. Proses tersebut tentu membuat geberasi terdahulu mendapatkan banyak pengetahuan sekaligus memahami makna kesabaran.

Hal itu yang semestinya tetap dibelajarkan pada generasi Z, menikmati proses. Karena proses yang akan menempa mereka menjadi diri yang lebih mandiri dan melatih mental agar tak mudah rapuh.

Komentar